KEHAMILAN GANDA
BAB
II
KONSEP
KEHAMILAN GANDA
2.1 Definisi
Kehamilan
ganda merupakan suatu kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau
janin sekaligus,kehamilan ganda terjadi apabila dua atau lebih ovum dilepaskan
dan dibuahi atau apabila dua atau lebih
ovum dilepaskan dan dibuahi atau bila satu
ovum yang dibuahi membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama
pada stadium massa sel dalam atau lebih awal(Taufan,2012)
Kehamilan ganda adalah satu
kehamilan dengan dua janin atau lebih.(Marmi,2011) Kehamilan ganda adalah
segmentasi satu ovum fertile(identik,monovuler atau monozigotik) atau
fertilisasi ovum berbeda (fraternal atau dizigotik ).(Benson,2009)
Kehamilan
ganda dapat memberikan resiko yang lebih tiggi terhadap ibu dan janin.oleh
karena itu,dalam menghadapi kehamilan ganda harus dilakukan perawatan antenatal
yang intensif.
2.2 Etiologi
1.
Faktor
Ras
Ø Frekuensi kelahiran janin multiple
memperlihatkan fariasi yang nyata diantara berbagai ras yang berbeda.
Ø Myrianthopoulus (1970) mengidentifikasi
kehamilan ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan ,kehamilan pada orang kulit
putih,sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80 kehamilan.
Ø Pada kawasan di afrika ,frekuensi
terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi .knox dan morley (1960)dalam suatu
survey pada salah satu masyarakat pedesaan di Negeria,mendapatkan bahwa
kehamilan ganda terjadi sekali pada setiap 20 kelahiran,kehamilan pada orang
timur atau oriental tidak begitu sering terjadi.
Ø Perbedaan ras yang nyata ini merupakan
akibat keragaman pada frekuensi
terjadinya
kehamilan kembar di zigot.
Ø Perbedaan kehamilan ganda ini disebabkan
oleh perbedaan tingkat folikel stimulating hormone yang akan mengakibatkan
multiple ovulasi.
2.
Faktor
keturunan
Ø Sebagai penentu kehamilan ganda genotip
ibu lebih penting dari genotip ayah.
3.
Faktor
umur dan paritas
Ø Untuk peningkatan usia sampai sekitar atau
paritas sampai dengan 7 ,frekuensi kehamilan ganda akan meningkat.
Ø Kehamilan ganda dapat terjadi kurang dari
sepertiga pada wanita 20 tahun tanpa riwayat kelahiran anak sebelumnya,bila
dibandingkan dengan wanita yang berusia diantara 35-40 tahun dengan 4 anak atau
lebih.
Ø Dalam kehamilan pertama frekuensi janin
kembar adalah 1,3% dibandingkan dengn kehamilan keempat sebesar 2,7%.
4.
Faktor
nutrisi
Ø Nylander(1971) mengatakan bahwa
peningkatan kehamilan ganda berkaitan dengan status nutrisi yang direfleksikan
dengan berat badan ibu.ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil ganda sebesar 25-30%
dibandingan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan kec
5.
Faktor terapi infertilitas
Ø Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH
pluc chorionic gonadotropin atau
chlomiphene citrate menghasilkan ovulasi ganda.
Ø Insiden kehamilan ganda terjadi karena
induksi ovulasi dengan terapi human menopause gonadotropin(tuppink dkk 1993)
Ø Faktor resiko untuk kehamilan ganda
setelah ovarium di stimulasi dengan human menopause gonadotropin berpengaruh terhadap peningkatan jumlah
estradiol dan injeksi chorionic
gonadotropin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karakteristik
sperma,meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma.
Ø Induksi ovulasi meningkatkan insiden
kehamilan ganda dizigotik dan monozigotik.
6.
Faktor
Assited reproductive technology(ART)
Ø Teknik ART digunakan untuk meningkatkan
kemungkinan kehamilan ganda,pada kasus ini pembuahan dilakukan melalui teknik
fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap ovum yang berkualitas
baik.dan dua dari embrio di transfer kedalam uterus.
Ø Pada umumnya,sejumlah embrio yang
ditransfer ke dalam uterus maka sejumalah itulah akan beresiko kembar dan
meningkatkan kehamilan ganda.
2.3 Jenis kehamilan ganda
1.
Kehamilan
monozigotik
Merupakan kehamilan ganda yang berasal
dari satu ovum yang dibuahi dan membelah secara dini dan membentuk dua embrio
yang sama ,kehamilan ini juga disebut hamil kembar identikatau hamil kembar homolog
atau hamil kembar uniovuler,karena berasal dari satu ovum.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut
a.
Jenis
kelamin sama
b.
Memiliki
wajah yang sama
c.
Golongan
darah sama
d.
Pada
Kehamilan monozigotik dapat terjadi kelainan pertumbuhan seperti kembar siam
e.
Insiden
kelainan Malformasi tinggi pada kehamilan ganda monozigotik.
2.
Kehamilan
Dizigotik
Merupakan
kehamilan ganda yang berasal dari 2 atau lebih ovum yang telah di buahi
sebagian besar kehamilan ganda adalah
dizigotik atau kehamilan ganda fraternal.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a. Jenis kelamin sama atau berbeda
b. Golongan darah tidak sama
c. Persamaan seperti adek kakak
d. Cap kaki dan tangan tidak sama
2.4 Patofisiologi
Menurut Manuaba (2007:464) kehamilan
kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan
dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran
kembar, sepertiganya adalah monozigot. Kembar dizigot berarti dua telur matang
dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu
mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti
satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang
akan berpengaruh pada kondisi bayi
kelak.
Masa pembelahan sel telur terbagi dalam
empat waktu, yaitu 0 – 72 jam, 4 – 8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih. Pada
pembelahan pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput
ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta. Sedangkan pada
pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu
plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak
makanan, sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa
terhambat. Lalu, pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing
hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya
satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar
siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya terlalu lama, sehingga sel telur
menjadi berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang
pembelahannya lebih dari 13 hari. Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja
yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan
sempurna. Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang
mempengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga
mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan
masalah lingkungan.
2.5 Pathway
2.6 Tanda dan gejala
1.Sesak
nafas
Pada
trimester terahir bayi akan tumbuh mendorong naik sehingga diafragma dan paru
mengalami perubhan dari kadaan normalnya sehingga membuat anda bernafas lebih
cepat dari biasanya. Meskipun tidak akan merugikan kesehatan ibu dan bayi.
Sesak nafas pada ibu hamil bisa juga
terjadi karena adanya gejala anemia ,tubuh harus bekerja keras untuk mnyediakan
oksigen yang cukup sehingga kemungkinan terjadi gangguan dalam pemasok oksigen,
hingga mengakibatkan sesak nafas
ü Fungsi darah dalam respirasi
2.sering
BAK
Kantong kemih tertekan
karena keberadaan janin karena kandung kemih terletak persis di bawah rahim.
Hal ini membuat daya tampung kandung kemih semakin sedikit .
3.Edema
varises
Selama kehamilan, kenaikam volume
darah dan tekanan dari rahim oleh janin yang tumbuh kepada pembuluh vena
sebelah kanan tubuh (vena cava inferior) menekan pada pembuluh darah di
kaki.hal ini menyulitkan darah untuk kembali dari kaki ke jantung yang melawan
garvitasi. Ketika hamil volume darah tekanan darah dan hormo progesteron meningkat
, peninkatan progesteron menyebabkan dinding pembuluh darah kendur dan
peningktan jumlah peningkatan darah akan semain membebani pembuluh darahyang
kemudian mengakibatkan terlihat menonjol.Terasa sakit, membengkak dan terasa
tidak nyaman
4.Hiperemesis
Penyebanya belom diketahui secara
pasti namun diduga karena kepekan dari pusat muntah di otak yang berbeda
beda,pasokan lemak jenuh yang berlebihan, faktor hormon,kekurangan vit B
5.Hidramnion
6.preeklampsi-eklampsia
2.7 Komplikasi
Ø Hidramnion
Ø Prematuritas
Ø Kelainan letak
Ø Plasenta pervia
Ø Solusio plasenta
Ø Monster fetus
6.komplikasi
postpartum
Ø Atonia uteri
Ø Retensio plasenta
Ø Plasenta rest
Ø Perdarahan postpartum
Ø Mudah infeksi
2.8 Penatalaksanaan
1. Sebelum persalinan
ü dibandingkan dengan kehamilan
tunggal,kehamilan ganda lebih mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan,pada
kehamilan kebutuhan ibu untuk
pertumbuhan hambil kembar lebih besar sehingga terjadi defisiensi nutrisi
seperti anemia dalan kehamilan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin Dan
rahim.
ü Ada argumen yang menyatakan bahwa pasien harus mendapat
asam folat 5 mg dan satu tablet zat besi
setiap hari.
2. Setelah persalinan
ü terjadi gangguan kontraksi otot rahim yang
menyebabkan atonia uteri menimbulkan perdarahan dan retensio plasenta.seseorang
wanita dengan kehamilan ganda mempunyai volume darah yang lebih besar dan
mendapatkan beban extra pada sistem kardiovaskuler,peregangan otot rahim yang menyebabkan iskemia uteri yang
dapat meningkatkan kemungkinan preeklampsia
dan eklampsia.
3. Persalinan
ü Untuk memilih metode yang optimal untuk kelahiran presentasi
janin-janin itu harus diketahui dengan tepat
ü Presentasi kepala sering terjadi (50% dari
semua kombinasi ),diikuti dengan kelahiran kepala-bokong,bokong-kepala,
bokong-bokong untuk presentasi kepala-kepala.frekuensi DJJ harus dipantau terus
menerus selama persalinan.
ü Setelah kelahiran dari kembar yang
pertama,tali pusat segera di klem,yang di kenal sebagai kembar A.
ü Pemeriksaan dalam kemudian di lakukan
untuk menilai presentasi dan stasion kembar kedua.kalau kembar kedua masih
dalam presentasi kepala,persalinan dibiarkan berlanjut. frekuensi DJJ
kedua harus terus dipantau,bila
kontraksi rahim tidak efektif,oksitosin harus diberikan dalam larutan encer dan persalinan dan dibiarkan berjalan.
ü Selang waktu optimal antara kehamilan
kembar pertama dan kedua adalah 5-15 menit .jika selang waktu terlalu lama
dapat mengakibatkan perdarahan janin dari kembar kedua sebagai akibat pelepasan
plasenta dini.
ü Pada prsentasi lain ,SC rutin harus
dilakukan untuk mencegah cedera kelahiran dan asfiksia potensial yang mungkin
terjadi pada versi kaki dan ekstraksi sungsang total.setelah kelahiran kembar
yang pertama ,USG dapat berguna untuk menentukan presentasi kembar kedua dan
letak tungkai janin secara tepat.kalau janin letak oblik atau melintang lakukan
versi lar agar menjadi presentasi kepala dan kelahiran kepala berikutnya
mungkin dapat dilakukan.
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
3.1.Pengkajian
1. Anamnesa
o Perut lebih buncit dari semestinya sesuai
dengan umur tuanya kehamilan
o Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu
hamil
o Uterus terasa lebih cepat membesar
o Pernah hamil kembar atau ada riwayat
keturunan kembar
o Apakah telah mendapat pengobatan
infertilitas
o inspeksi dan palpasi
oPada pemeriksaan pertama dan ulangan ada
kesan Uterus lebih besar dan lebih
cepat tumbuhnya dari biasa.
o Gerakan-gerakan janin terasa lebih sering
o Bagian-bagian kecil terasa lebih banyak
o Teraba ada tiga bagian besar janin
o Teraba ada dua balotement
2. Auskultasi
Terdengar
dua denyut jantung janin pada dua tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan
kecepatan sedikitnya 10 denyut permenit atau bila dihitung bersamaan terdapat
selisih sepuluh.
3. rongten foto abdomen
Tampak
gambaran dua janin
4. ultrasografi
Bila
tampak 2 janin atau 2 jantung yang berdenyut yang telah dapat ditentkan pada
triwulan 1/pada kehamilan 10 minggu.
5. elektrokardiogram total
Terdapat
gambaran 2 EKG yang berbeda dari kedua janin.
6. reaksi kehamilan
Karena
pada hamil kembar pada umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta, maka
produksi HCG akan tinggi,jadi titrasi reaksi kehamilan bisa
positif,kadang-kadang sampai 1/200. Hal ini dapat dikacaukan dengan mola
hidatidosa. Kadang kala diagnosa baru diketahui setelah bayi pertama lahir,uterus
masih besar,ternyata masih ada janin 1 lagi dalam rahim. Kehamilan kembar
sering terjadi bersamaan dengan hidramnion dan toksemia gravidarum.
7. pemeriksaan klinik gejala-gejala dan
tanda-tanda
Adanya
cairan amnion yang berlebihan dan renggangan
dinding perut menyebabkan diaagnosis dengan palpasi menjadi sukar. Lebih
kurang 50% diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat 1 janin
krang dari 2.500gr dan 75% jika berat badan 1 janin lebih dari 2.500gr. untuk
menghindari kesalahan diagnosis, kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam
pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut:besarnya uterus melebihi lamanya
amenorea,uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal, banyak bagian kecil
teraba,teraba tiga bagian besar dan teraba 2 balotemen serta terdengar DJJ
dengan perbedaan 10 atau lebih.
8. Diagnosis pasti:
Secara klinis:
Terdapat 2 kepala, 2 bokong dan 1/ 2
punggung
Terdapat
2 DJJ ditempat yang berjauhan dengan perbedaan 10 denyut/menit atau lebih
9. USG/ Foto rongten:
Bayangan
janin lebih dari 1. Bedasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin
atau lebih dengan1 atau 2 kantong amnion. Diagnosis dengan USG sudah setelah
kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada uterus
dari jumlah kantong gestasional yang terlihat.
3.2 Diagnosa keperawatan
1. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan nutrisi ibu dan janin.
2. Resiko tinggi injury berhubungan dengan
kelahiran premature
3. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan meningkatnya
kontraksi uterus dan penambahan berat uterus.(nyeri pada bagian perut)
3.4 evaluasi
1. masalah perubahan kebutuhan nutrisi ibu
dan anak kembali adekuat
2. pasien menunjukan adanya keseimbangan,
gerakan terkoordinasi dan perilaku pencegahan injury
3. rasa tidak nyaman berkurang( nyeri ) atau
hilang
DAFTAR PUSTAKA
Nugroho, Taufan. 2012. Patologi Kebidanan.
Yogyakarta : Nuha Medika.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri
Jilid I. Obstetri fisiologi. Jakarta :buku kedokteranEGC.
P. Sarwono. 1997. Ilmu Kebidanan. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka.
Wilkinson,M judith dkk, 2002,buku saku
diagnosis keperawatan, jakarta: buku kedokteranEGC
Hakimi, M. (2010). Ilmu Kebidanan :
Patologi & Fisiologi Persalinan. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica
(YEM).
Komentar
Posting Komentar